Hubungan Erat Antara Globalisasi dan Terorisme
Istilah globalisasi bukanlah sebuah kosakata yang baru baru ini muncul yang kemudian kita dengar dengan maksud bahwa dunia saat ini sedang mengalami proses kemajuan nya dikarenakan hadirnya teknologi canggih yang menghiasi. Jika melihat jauh kebelakang istilah globalisasi telah muncul melanda Eropa yang disebabkan akibat adanya proses internasionalisasi di tahun 1960 an. Mulai dikenal meluas oleh masyarakat dunia yakni pada tahun 1990 an ketika presiden AS George Bush bereaksi akan berakhir nya perang dingin antara AS dengan Uni Soviet dengan mengatakan dunia akan mengalami sebuah “Tata Dunia Baru” (The New Order). Semakin berkembang dunia saat ini membuat istilah globalisasi memiliki penafsiran yang luas dan beragam, hal ini tentu saja disebabkan oleh perubahan perubahan yang manusia alami hampir di semua aspek kehidupan. Ada satu penafsiran menarik mengenai globalisasi yakni globalisasi digunakan untuk memperhalus makna dari kolonialisme-imperialisme yang sejatinya memiliki stigma yang buruk akibat kenangan masa lalu yang mencekam terhadap negara dunia ketiga.
Arti bahwa globalisasi sebagai bentuk kolonialisme dan imperialisme disini bukanlah bentuk pengaplikasian dalam hal penjajahan fisik pada masa lampau, melainkan sebagai bentuk perluasan penguasaan ekonomi dan budaya oleh negara negara barat terhadap negara negara berkembang melalui sebuah tindakan gerakan modal atau dominasi ekonomi transnasional. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Samuel P. Huntington bahwa didalam globalisasi tersimpan budaya baik dan budaya buruk yang sekaligus mengandung ketidaksamaan, ketidakadilan dan ketidaksetaraan.
Huntington berpendapat bahwa globalisasi di abad ke 21 ini menjadikan budaya sebagai faktor yang menentukan kejayaan sebuah masyarakat. Suatu aksi terorisme juga dapat dipengaruhi oleh faktor budaya yang mana faktor ini sangat melekat di kehidupan keseharian, misalnya para pelaku terorisme hidup di lingkungan yang berbudaya keras dan secara langsung berdampak ke karakter pribadi nya, dasar inilah yang dapat menjadikan mereka sebagai pelaku terorisme tersebut. Kehidupan sosial sangat berpengaruh dimana orang orang akan menilai dirinya kedalam sebuah suku dan kebudayaan tertentu yang selalu diikuti dengan cara untuk bertahan hidup ditengah lingkungan dan kehidupan sosial yang begitu keras yang membawa mereka untuk melakukan sesuatu diluar diri mereka yang nantinya akan melekat menjadi karakter pribadi mereka.
Motivasi semacam
ini nyata terjadi dan menghasilkan produk yang sangat disegani di dunia
internasional sebagai terorisme, orang ini adalah Osama Bin Laden pendiri dari
kelompok terorisme Al Qaeda. Menurut penjelasan dari buku karya A Safril Mubah
dapat dikatakan bahwa globalisasi adalah sebuah fenomena yang menstimulus meningkatnya terorisme,
selanjutnya diikuti dengan pernyataan oleh Mary Kaldor yang menyatakan bahwa
globalisasi menyebabkan komunitas masyarakat terpecah kedalam identitas sosial
politik yang berbeda dengan hasil menciptakan suatu kondisi dimana identitas
seperti etnis, agama dan ras dijadikan sebuah alat perlawanan oleh kelompok
kelompok yang melakukan sebuah aksi teror dengan motivasi untuk menolak hadir nya fenomena fenomena
globalisasi.
Kembali ke masa perang dingin yang terjadi sekitar tahun 1980 an dimana ada dua kekuatan besar yang mempengaruhi tatanan dunia internasional, yaitu AS dan Uni Soviet ternyata menjadi sebuah titik awal dari banyak nya perdebatan sekaligus permasalahan yang sampai detik ini terjadi. Perang dingin yang diakhiri dengan kemenangan AS beserta liberalisme nya membuat AS punya daya lebih untuk menciptakan hegemoni nya di dunia internasional dan disebut The New Order oleh George Bush. Kemenangan dan hegemoni ini sendiri membentuk suatu kesan buruk atau bisa dibilang kebencian akan AS itu sendiri, bisa dilihat ketika menara WTC di AS ditabrak oleh pesawat pada 2001. Kejadian ini didalangi oleh sebuah kelompok bernama Al Qaeda dengan pemimpin nya bernama Osama Bin Laden. Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa alasan mengapa Osama Bin Laden menjadi seorang teroris yakni adanya faktor identitas dan budaya, hal ini pun yang bisa menjadi faktor utama aksi WTC di 2001 tersebut. Hegemoni AS membawa suatu kebencian akan kelompok lain yang merasa dirugikan dan kemudian direspon dengan sebuah tindakan teror berlandaskan sebuah rasa benci dan balas dendam.
Terlepas dari faktor kejadian WTC 2001, momen ini menjadi awal bagi dunia internasional mengetahui apa itu terorisme dan menjadikan terorisme sebagai permasalahan baru. Pernyataan AS “either you with us or you the enemy” inilah yang menjadi awal banyak negara negara ikut bersama AS untuk memerangi terorisme, karena jika tidak ikut beraliansi dengan AS maka akan dianggap sebagai musuh. Dapat dilihat bahwa aksi melawan balik terorisme ini menjadikan sebuah dasar pemikiran bahwa terorisme lah yang menciptakan globalisasi, ini disebabkan karena AS membingkai dunia ini dengan sebutan “War On Terrorism” maka dunia internasional pun ikut sepakat untuk mengutuk dan memerangi aksi terorisme. Disinilah globalisasi dimaknai dengan saling keterkaitan nya dunia karena didasari akan aksi untuk melawan terorisme, dunia menjadi seragam melihat sebuah fenomena dan langsung mengaitkan nya dengan terorisme, misalnya ketika ada wanita bercadar memasuki negara mereka melalui bandara maka pemikiran dan cara memaknai menjadi sama dan merujus ke terorisme.
Aksi melawan balik terorisme ini kemudian berimbas terhadap sentimen
dan diskriminasi terhadap identitas tertentu yang memiliki kesamaan akan pelaku
terorisme, yang kemudian terbawa terhadap jalannya politik luar negeri
khususnya AS ketika melihat sebuah aksi teror di suatu negara maka akan
dicurigai sebuah aksi terorisme dan langsung melakukan invasi. Terorisme dan
globalisasi merupakan sebuah fenomena yang bila dimaknai akan muncul banyak
pandangan yang berbeda bagi setiap orang. Diantara kedua fenomena ini pun
menimbulkan perdebatan siapa dulu yang muncul?, siapa yang mempengaruhi?. Setiap
orang memiliki pandangan masing masing, tetapi yang jelas adalah dua fenomena
ini saling terkait satu sama lain, dan berkembang bersama sama. Tetapi biarlah
kita menjadi pribadi yang sanggup memilih setiap pilihan dengan bijak agar
tidak masuk kedalam dunia gelap yang ada di dua fenomena ini.
Komentar
Posting Komentar